Beranda
|
Mlebu
|
Tokoh Kimia
|
Buku Tamu
Joseph Louis Proust
sumber: www.corbisimages.com
Joseph Louis Proust lahir pada tanggal 26 September 1754 di Angers,Prancis. Awalnya Proust mempelajari kimia di toko ayahnya yang seorang apoteker. Proust kemudian ke Paris untuk belajar kimia dengan seorang kimiawan, pilatre de Rozier.
Proust kemudian mengajar kimia di sekolah di Segovia dan juga di Universitas Slamanca, Spanyol. Akan tetapi, saat Napoleon menyerang Spanyol, laboratorium milik Proust ikut terbakar sehingga memaksanya kembali ke Prancis, pada tanggal 5 Juli 1826, Proust meninggal dunia di Angers, Prancis.
Proust terkenal karena kontroversinya dengan kimiawan C.L. Berthollet. Pada tahun 1799, Proust dapat membuktikan bahwa Berthollet salah, kemudian dia mempublikasikan hipotesisnya. Menurut Proust, suatu senyawa terdiri atas unsur-unsur dengan perbandingan yang selalu tepat sama. Dengan kata lain, setiap sampel suatu senyawa memiliki komposisi unsur yang tetap. Hukum ini di kenal dengan Hukum Perbandingan Tetap.
Glenn T. Seaborg
Sumber: www.flickr.com
Glen T. Seaborg
meraih gelar Ph.D kimia dari Universitas California pada tahun 1937. Pada awal masa kuliahnya, Seaborg tertarik dengan unsur-unsur transisi. Tahun 1945, Seaborg mengusulkan penggolongan ulang sistem periodik unsur. Ia berpendapat bahwa unsur-unsur aktinida (nomor atom 90 - 103) seharusnya di letakkan di bawah unsur-unsur lantanida (nomor atom 58 - 71).
Glenn T. Seaborg di anugerahi Nobel Prize pada tahun 1951 atas penelitianya mengenai unsur-unsur transisi. Pada tahun 1991, Seaborg menerima National Medal of Science, penghargaan nasional tertitggi di bidang ilmiah.
Dmitri Ivanovich Mendeleev
Sumber: www.arjunputri.wordpress.com
Dmitri Ivanovich Mendeleev
(1934 - 1907), seorang profesor kimia dari Rusia, terlahir sebagai anak bungsu dari 17 bersaudara, di anggap sebagai penemu sistem periodik. Namun demikian, Mendeleev sempat terkenal sebagai seorang yang kurang ilmiah karena karena berani meramalkan sifat-sifat unsur yang belum di kenal. Karya Mendeleev baru di hargai setelah beberapa unsur yang di ramalkan di temukan. Mendeleev kalah satu suara pada pemilihan untuk memperoleh hadiah nobel tahun 1906 dan meninggal sebelum pemilihan tahun berikutnya. Unsur nomor 101 yang di temukan pada tahun 1955 di beri nama mendelevium untuk mengenang jasa-jasa Mendeleev.
Gilbert Newton Lewis
Sumber: www.sunsite.brekeley.edu
Gilbert Newton Lewis (1875 - 1946) lahir pada 25 Oktober 1875 di West Newton, Massachusset. Lewis kuliah di Universitas Nebraska selama 2 tahun, kemudian transfer ke Universitas Harvard tahun 1893. Dia memperoleh gelar B. S. C tahun 1896 dan memperoleh gelar Ph. D tahun 1899.
Lewis kembali ke Harvard tahun 1901 sebagai dosen. Saat mengajar mengenai ikatan valensi, Lewis mengutarakan idenya bahwa ikatan kimia terbentuk dari serah terima elektron, sehingga atom mencapai kestabilan dengan memiliki 8 elektron. Lewis tidak mempublikasikan teorinya, tetapi 14 tahun kemudian teori ini menjadi bagian penting dari teori pasangan elektron ikatannya. Tahun 1916, Lewis mempublikasikan hipotesisnya bahwa ikatan kimia adalah serah terima antara pasangan elektron valensi. Dia mengusulkan, ikatan tunggal memiliki 2 titik elektron yang kemudian di kenal sebagai struktur Lewis.
Jons Jacob Berzelius
Sumber: www.epa.niff.hv
Jons Jacob Berzelius (1779 - 1848) lahir pada 20 Agustus 1779 di Ostergotland, Swedia. Tahun 1801, Berzelius meraih gelar doktor dari Universitas Uppsala. Selanjutnya gelar profesor di bidang kimia dan farmasi di peroleh dari Universitas Karolinska pada tahun 1807.
Berzelius merupakan ilmuan pertama yang mengusulkan agar setiap unsur di beri lambang berupa huruf awal dari nama unsur dalam bahasa latin. Sebagai contoh, unsur oksigen (oxygen) di lambangkan O dan unsur besi (ferrum) di lambangkan Fe.
Antonie Laurent Lavoisier
Sumber: www.unerj.br
Antonie Laurent Lavoisier (26 Agustus 1743 - 8 Mei 1794) adalah seorang kimiawan yang berasal dari Prancis. Lavoisier merupakan kimiawan yang berpendapat bahwa massa zat-zat sebelum dan sesudah reaksi selalu sama (kekal) atau tidak berubah. Hukum ini kemudian di sebut Hukum Kekekalan Massa. Hukum kekekalan massa merupakan hukum dasar perhitungan kimia.
Walaupun seorang kimiawan, saat remaja Lavoisier justru balajar hukum. Meskipun dia mendapat gelar sarjana hukum dan di angkat dalam lingkungan ahli hukum, namun tak sekalipun ia pernah mempraktikkan ilmunya, Lavoisier justru giat di dalam Akademi Ilmiah Kerajaan Prancis. Dia juga anggota Ferme generale, suatu organisasi yang mengurusi pajak. Akibatnya, sesudah Revolusi Prancis, tahun 1789, pemerintah revolusioner teramat mencurigainya. Akibatnya ia di tangkap, kemudian di adili pada tanggal 8 Mei 1974. Lavoisier di nyatakan bersalah dan di penggal kepalanya dengan guillotine.
Itulah sejarah dari sebagian Tokoh-tokoh Kimia yang sudah di rangkum sedemikian rupa
Semoga Bermanfaat
SUKSESS......!
FROM:
Wapim Admin
Beranda Wapim
-
iWapim
Bengkel
-
Pitakon
arhamu faim ke google:
google
|
jawa
arhamu faim
© 2009-2010